Angin Berbisik dari Waktu

Dalam hening senja, di mana bayangan bermain, Di tengah bisikan hari yang sekarat, Aku merasa tersesat dalam pikiran dan ruang, Seorang pelancong melintasi alam waktu dan tempat.
Angin, pemandu lembut, membisikkan pelan, Tentang rahasia yang terjaga dan cerita yang belum terungkap, Tentang tanah jauh dan kenangan yang telah lama berlalu, Dan gema cinta yang akan abadi selamanya.
Di hutan purba, di mana pohon-pohon berkuasa, Cabang-cabangnya yang berkerut dan terpelintir membentang dengan bangga, Daunnya, bisikan lembut yang berdesir, pelan dan lembut, Saat angin mengaduk abu salju yang telah lama terlupakan.
Sungai-sungai, berkelok-kelok, melintasi lembah-lembah hijau dan gunung-gunung abu-abu, Air mereka, cerminan langit di atas, Sebuah gema terpantul dari cinta langit yang tak berujung.
Di kota yang ramai, di mana kerumunan berkumpul, Angin membisikkan rahasia, sepanjang hari, Tentang mimpi dan harapan, tentang ketakutan dan keinginan, Suara bergetar yang konstan, api yang tak pernah padam.
Gunung-gunung berdiri, penjaga yang tua, Puncaknya, tantangan, bagi yang berani dan tangguh, Lerengnya, bisikan lembut, untuk belaian angin, Obat menenangkan, untuk stres terdalam jiwa.
Bintang-bintang di atas, pertunjukan berkelap-kelip, Peta surgawi, untuk membimbing kita saat melangkah, Cahaya mereka, sebuah bisikan, dari misteri yang tak terungkap, Sebuah pengingat akan sihir yang terletak di luar dingin.
Dalam keheningan malam, aku mendengar, Bisikan masa lalu, masa kini, dan tahun, Sebuah simfoni waktu, harmoni ruang, Sebuah pengingat lembut, tentang cinta yang memenuhi tempat ini.
Angin, seorang pengembara, berkeliaran bebas dan luas, Mengumpulkan kisah, saat ia meluncur, Melalui gunung yang tinggi, dan lembah yang rendah, Seorang pengumpul rahasia, saat momen-momen mengalir.
Dan ketika ia berbisik, aku tertarik pada kisahnya, Seorang pengembara waktu, seorang pengembara di tengah angin kencang, Karena dalam kata-katanya, aku mendengar gema masa lalu, Dan bisikan cinta yang akan selamanya, selamanya abadi.
Angin, kekasih yang lembut, membelai bumi, Sebuah salep menenangkan, untuk reinkarnasi jiwa, Bisikannya, pengingat, akan keindahan yang ada di dalam, Sebuah panggilan untuk mendengarkan, detak jantung angin.
Dan jadi saya mendengar, saat angin berbisik lembut, tentang rahasia yang disimpan, dan kisah yang belum diceritakan, tentang tanah yang jauh, dan kenangan yang lama berlalu, dan gema dari cinta yang akan selamanya, selamanya ada.
Karena dalam bisikannya, kutemukan penghiburan dan kedamaian, Sebuah rasa memiliki, pada pembebasan alam semesta, Sebuah hubungan dengan tanah, laut, dan langit, Sebuah pengingat akan sihir, yang terletak di balik desahan.
Angin, seorang pengembara, seorang pemandu lembut, Seorang pengumpul rahasia, pembisik cerita di dalam, Sebuah pengingat akan keindahan, yang terletak di dalam dan di luar, Sebuah panggilan untuk mendengarkan, bisikan yang penuh devosi dari angin.
Dan jadi aku akan mengikuti, arah lembut angin, Melalui gunung yang tinggi, dan lembah yang hijau, Melalui kota yang ramai, dan hutan yang gelap dan dalam, Karena dalam bisikannya, aku menemukan rahasia yang aku simpan.
Angin, seorang pembisik, sahabat lembut, Penuntun melalui alam, waktu dan ruang yang tak pernah berakhir, Pengingat akan cinta, yang memenuhi hati dan jiwa, Sebuah panggilan untuk mendengarkan, bisikan yang membuat kita utuh.